Standar Praktek Keperawatan & Asuhan Keperawatan

Pengertian Asuhan Keperawatan Dan Standar Praktek Keperawatan

asuhan keperawatan

asuhan keperawatan

Asuhan Keperawatan mempunyai sejarah pelayanan yang membanggakan bagi publik dan publik percaya akan keahlian perawat untuk memberikan asuhan keperawatan profesional. Tapi jika praktik tersebut tidak diproteksi, kepercayaan tersebut akan luntur.

Bagaimana perawat sebagai suatu profesi dapat mempertahankan dan meningkatkan mutu asuhan keperawatan? Salah satu jawaban atas pertanyaan ini adalah adanya standar.

Standar mencerminkan visi untuk praktik profesional. Standar asuhan keperawatan tidak hanya merupakan identifikasi tugas-tugas atau langkah-langkah atau saran yang harus dilaksanakan oleh profesi keperawatan. Ia tidak dapat di salin dari buku dan dapat diterapkan oleh semua organisasi, kelompok perawat atau populasi pasien.

Standar adalah kata-kata yang kita gunakan untuk menggambarkan fokus keperawatan profesional dalam setting tertentu. Ia mencerminkan kebutuhan yang unik dari sekelompok pasien dan percerminan kemampuan dan sumber daya staf profesional.

Standar Asuhan Keperawatan menyajikan kriteria di mana praktek semua perawat (registered nurse) akan di ukur oleh, publik, klien, employer, kolega, anda perawat itu sendiri. Selain itu pada asuhan keperawatan ditekankan tujuan utama dari sebuah profesi adalah untuk meningkatkan dan mempertahankan praktik para anggotanya dan pada saat yang sama memperluas basis pengetahuanya yang terpisah dan berbeda dari profesi lain. Profesi keperawatan juga mempunyai sasaran yaitu berjalannya praktik keperawatan yang tepat dan aman yang di atur sendiri oleh perawat untuk kepentingan publik dan dicapai dengan mempertahankan praktek yang baik, mencengah praktek yang buruk, dan melakukan intervensi bila praktik tidak diterima.

Pengertian Standar Praktik Asuhan Keperawatan

Pada standar Asuhan keperawatan dibangun dari pengertian yakni: Standar adalah level kinerja (performance) yang diinginkan dan dapat dicapai dimana kinerja aktual dapat dibandingkan. Ia memberikan petunjuk kinerja mana yang tidak cocok atau tidak dapat diterima. Standar praktek keperawatan adalah pernyataan tentang apa yang dibutuhkan oleh pasien untuk dijalankan sebagai profesional keperawatan. Secara umum, standar asuhan keperawatan ini mencerminkan nilai profesi keperawatan dan memperjelas apa yang diharapkan profesi keperawatan dari para anggotanya.

Menurut Hoffart: Definisi Model Asuhan Keperawatan Profesional adalah sebagai suatu sistem (struktur, proses dan nilai- nilai) yang memungkinkan perawat profesional mengatur pemberian asuhan keperawatan termasuk lingkungan untuk menopang pemberian asuhan tersebut (Hoffart & Woods, 1996).

Standar adalah nilai atau acuan yang menentukan level praktik terhadap staf atau suatu kondisi pada pasien atau sistem yang telah ditetapkan untuk dapat diterima sampai Pada wewenang tertentu (schroeder, 1991). Ada beberapa komponen dari definisi ini. Sebuah standar harus tertulis dan harus mencerminkan sistem nilai yang konsisten dan digambarkan secara jelas. Sebuah standar Asuhan keperawatan diharuskan secara komprehensif menguraikan semua aspek profesionalisme, termasuk sistem, praktisi, dan pasien. Standar harus jelas, ringkas, non ambigu dalam penfsirannya, dan tepat dalam mengarahkan. Sebuah standar harus dilegitimasi melalui proses autorisasi yang tepat oleh staf, hierarki keperawatan, staf medis, dan kepala departemen, dan stuktur komite.

Mengapa harus ada standar Asuhan Keperawatan

Standar Asuhan Keperawatan diperlukan untuk meningkatkan, menuntun, dan mengarahkan praktek keperawatan profesional. Praktek keperawatan didefinisikan sebagai “kinerja dari pelayanan kesehatan yang memerlukan penerapan pengetahuan dan keterampilan keperawatan profesional yang meliputi:

  1. meningkatkan, mempertahankan, dan mengembalikan kesehatan publik
  2. mengajarkan teori atau praktek keperawatan
  3. melakukan konseling terhadap pasien dalam rangka perawatan kesehatan
  4. mengkoordinasikan pelayanan kesehatan
  5. terbitan dalam administrasi,edukasi,konsultasi, pengajaran atau penelitian

Tujuan penting lainnya mencakup proteksi terhadap publik, pengaturan praktek perawat, pemberian ijin institusi pendidikan keperawatan, pembuatan pedoman

administratif, menafsirkan harapan publik dan profesional pelayanan kesehatan lainnya terhadap praktek perawat dan acuan legal untuk praktek yang layak.

Filosofi dan prinsip yang mendasari standar Asuhan Keperawatan

Sebagai Seorang perawat percaya bahwa;

  • pengetahuan (knoweledge) yang digunakan untuk menuntun praktek keperawatan adalah berasal dari penelitian kualitatif dan kuantitatif dan dan pengalaman dari perawat.
  • kesehatan adalah sejauh mana individu atau kelompok dapat menyadari aspirasi, memenuhi kebutuhan, dan mengubah atau menyesuaikan dari terhadap lingkungan.Kesehatan merupakan inti dari kehidupan keseharian manusia, bukan hanya sebagai objek kehidupan.
  • Pelayanan kesehatan mempunyai arti lebih dari sekedar melakukan intervensi bila seorang sakit, tetapi mencengah terjadinya sakit dan meningkatkan derajat kesehatan, mencapai kesehatan untuk semua.
  • Promosi kesehatan adalah proses memberdayakan individu untuk meningkatkan kendali atas dirinya dan meningkatkan derajat kesehatan mereka sendiri.
  • Hubungan terapeutik yang terjalin antara perawat dan klien yang menerima pelayan keperawatan didasarkan pada kesadaran bahwa individu mampu mengambil keputusan atas hidup mereka sendiri oleh karena itu merupakan mitra dalam proses pengambilan keputusan. Caling, melekat dalam hubungan terapeutik perawat klien, dibangun atas dasar saling percaya (trust), respek, intimasi dan kebutuhan untuk memahami dan bertindak sesuai masalah yang dirasakan oleh pasien.

Dasar Pembuatan Standar Asuhan Keperawatan

Standar praktik keperawatan dilandasi oleh sifat suatu profesi yaitu:

  1. Profesional bertanggung jawab dan bertanggung gugat kepada publik terhadap kerja mereka
  2. praktek profesional di dasarkan atas body of knowledge yang spesifik
  3. profesional yang kompeten menerapkan pengetahuannya
  4. profesional terikat oleh kode etik
  5. sebuah profesi menyediakan pelayanan kepada publik
  6. sebuah profesi mengatur dirinya sendiri

Tipe Standar Asuhan Keperawatan

Dua kategori standar Asuhan keperawatan yang diterima secara luas adalah standar asuhan (standar of care) atau pertanyaan yang menguraikan level asuhan yang akan diterima oleh pasien, dan standar praktek. (standar of practice) atau harapan terhadap kinerja perawat dalam memberikan standar asuhan . Aktifitas pemantauan dan evaluasi memastikan bahwa level perawatan pasien dan kinerja perawat telah dicapai dengan baik. Dua macam kinerja ini di rancang untuk mendukung Perawat dalam praktek sehari-hari dengan menyediakan suatu struktur untuk praktik tersebut dan untuk membantu perawat dalam mengidentifikasi kontribusi keperawatan dalam:

  • perawatan pasien.
  • Standar Praktek

Standar praktek meliputi kebijakan (police), uraian tugas (job description), dan standar kinerja (performance standar). Ia menuntun perawat dalam melaksanakan perawatan pasien. Ia juga menetapkan level kinerja yang perlu diperhatikan oleh perawat untuk memastikan bahwa standar asuhan akan dicapai dan dan menggambarkan definisi institusi tentang apa yang dapat dilakukan oleh perawat. Kebijakan menetapkan sumber-sumber atau kondisi yang harus tersedia untuk memfasilitasi pemberian asuhan.

Uraian tugas mencerminkan kompetensi, pendidikan, dan pengalaman yang di perlukan bagi semua staf yang memiliki peran atau posisi sebagai perawat. Sedangkan standar kinerja diturunkan dari uraian tugas dan menyediakan ukuran untuk mengevaluasi level perilaku perawat yang didasarkan atas pengetahuan, keterampilan, dan pencapaian aktifitas kemajuan profesional.

Standar Asuhan

Standar asuhan Keperawatan meliputi prosedur, standar asuhan genetik, dan rencana asuhan (care plans). Mereka merupakan alat untuk memastikan perawatan Pasien yang aman dan memastikan hasil yang berasal dari Pasien ini. Prosedur adalah uraian tahap pertahap tentang bagaimana melakukan keterampilan psikomotor dan bersifat orientasi tugas. Protokol meliputi lima kategori utama.

Manajemen pasien dengan peralatan invasi, manajemen pasien dengan peralatan non invatif; manajemen status fisiologis dan psikologis; dan diagnosa Keperawatan tertentu. Standar asuhan keperawatan dalam hal standar asuhan genetik menguraikan harapan asuhan minimal yang disediakan bagi semua pasien dimamanapun pasien dirawat. Hubungan diagnosa medis pasien dan diagnosa Keperawatan pasien dijadikan acuan dalam merencanakan Asuhan keperawatan.