Pro Kontra Pendidikan Seks – Sex Education

Kontroversi Pendidikan Seks

pendidikan seks

Risna Bencia, M.Ph “Persfektif Pendidikan Seks di Negara maju”

Ketika orang ditanya seberapa penting Pendidikan seks, maka tanggapan dan persepsi orang-orang sangat beragam, bahkan  pengertian pendidikan seks saja sering diartikan salah. Kata Sex bisa membuat pemahaman orang macam-macam mulai dari yang mesum alias esk-esek sampe yang intelek dan menghubungkannya ke pendidikan sex.

Tanpa disadari pesatnya informasi dari segala media baik Media dari jaringan komputer dan internet dan media elektronik lainnya, informasi seputar ini mudah diakses dimanapun dan kapanpun, tugas kita sebagai orangtua atau pendidik wajib memberi pemahaman yang benar tentang pendidikan seks dan seksualitas. Menurut Ribencia, M.Ph, 2010 “Pendidikan seks adalah salah satu isu paling  kontroversial di bidang pendidikan, isu ini seperti tidak ada habisnya dari lembaga-lembaga pendidikan sejak dulu. Hal inilah topik yang paling kontrversial memunculkan berbagai pendapat dan tidak pernah ada kesepakatan bersama atau konsensus mengenai pendidikan seks ini”.

Didalam Kurikulum Pendidikan di negara kita Pendidikan Sex, secara khusus belum dijadikan sebagai obyek studi, akan tetapi beberapa hal inti dari pendidikan sex telah dimasukkan dalam bidang studi IPA khususnya Biologi pada kompetensi alat reproduksi dan kesehatan alat reproduksi.

Namun ketika orang menanyakan persetujuannya Mengenai Pendidikan Seks, Beberapa orang setuju dan selebihnya tidak setuju meskipun akan mustahil dari semua orang untuk mengelak dari tanggung jawab memberitahu anaknya tentang pentingnya pendidikan seks. Masalah-masalah seperti remaja, kehamilan, alat reproduksi, Penyakit menular seksual (PMS) yang terus meningkat karena seks yang tidak aman, dan satu-satunya cara untuk menghindari ini adalah dengan mendidik anak/siswa tentang hal itu.

Baiklah kita lihat contohnya di Negara maju, bagaimana penerimaan orangtua siswa dari beberapa Sekolah yang pro dan kontra  mengenai pendidikan seks. Perdebatan Pendidikan seks di sekolah Kebanyakan dari kita membatasi lingkup pendidikan seks, dengan membuat kesalahan dengan mengambil nilai nominal. Pendidikan seks adalah tidak hanya tentang seks. Hal Ini melibatkan isu-isu lain seperti kesehatan seksual, reproduksi seksual, seksualitas dan lain-lain. Para orangtua sering merasa canggung untuk membicarakan dengan anak-anak mereka. Oleh karena itu, menjadi tanggung jawab sekolah untuk mengambil topik ini, dan menginformasikan dan mendidik siswa tentang hal ini sebanyak yang mereka mampu memahaminya. Namun, masalah ini hampir tidak pernah ditanggapi dengan mudah oleh orang tua dan siswa. Mereka mulai musyawarahkan pendidikan sex di sekolah yang pro dan kontra, dan bentuk sikap ini didasarkan pada apa yang mereka pikirkan benar. Mari kita lihat beberapa kontroversi pendidikan seks di sekolah dan kemudian putuskan hal ini menurut pendapat anda

Pro dan Kontra Pendidikan Seks

Risna Benicia, M.Ph Dalam Seminar Ilmiahnya Statistik “Pendidikan Seks Di Negara Maju dan Berkembang” menyebutkan bahwa sekolah-sekolah di Negara-negara maju khusunya AS, menunjukkan bahwa lebih dari 50% dari remaja Amerika Serikat kehilangan keperawanan mereka pada usia 17 tahun, di Jepang hampir 80% remaja kehilangan keperawanannya saat menginjak usia 18 tahun. Halnya dengan Indonesia, menurut Data Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pada 2010, menunjukkan, 51 persen remaja di Jabodetabek telah melakukan Seks sebelum menikah telah dilakukan sejumlah remaja usia sekolah. Dan dari semua sample penelitian menunjukkan 85 % pria remaja melakukan masturbasi sebagai rutinitas kesehariannya.

Hal ini juga menunjukkan bahwa pendidikan seks di sekolah, diterima baik hanya 7% dan 93% Masih menganggap hal itu tabu untuk dibicarakan mengenai seks buat anak-anak mereka. Tapi apakah mereka berhenti sejenak dan berpikir bahwa hal ini terjadi karena tidak adanya pendidikan sex di sekolah, tidak adanya informasi yang tepat mengenai sehingga membuat para remaja usia sekolah telah melakukan hubungan seksual diluar nikah dan membuat tingkat kehamilan remaja naik ke tingkat yang tinggi?

Argumen Pro pendidikan seks di Negara-Negara Maju.

Berpantang Sex

Sebagian besar sekolah yang memberikan pendidikan seks, menganggap berpantang adalah solusi terbaik’ sebagai pendekatan itu. Mereka menekankan pantang sebagai cara yang sempurna untuk benar-benar bebas dari masalah apa pun yang berkaitan dengan seks dan seksualitas. Hal ini memang benar masuk akal, semua percaya bahwa pencegahan lebih baik daripada mengobati, jadi mengapa tidak menunggu untuk waktu tepat dan tidak melanggar norma hukum maupun agama dalam hal ini setelah menikah untuk terlibat dalam aktivitas seksual. Dua hal yang paling penting yang di butuhkan untuk menjadi aktif secara seksual; pikiran dan tubuh, usia remaja tidak sepenuhnya matang dan mereka masih rentang dalam bahaya, secara fisik dan psikologis.

Kontrasepsi

Sekolah yang tidak menggunakan pendekatan berpantang, lebih suka dengan cara seks aman. Mereka telah menerima kenyataan bahwa kegiatan seksual remaja dan pre-teens bahkan tidak dapat dikendalikan oleh sekolah. Mereka tahu bahwa siswa memiliki sumber daya lain untuk mendapatkan informasi. Jadi mereka akan lebih memberikan tips tentang bagaimana untuk beraktifitas seks yang aman, dengan menggunakan langkah-langkah tepat, pengendalian kelahiran jika mereka aktif secara seksual, daripada ceramah dengan topik berpantang. Mereka mengajarkan dengan menggunakan berbagai metode pengendalian kelahiran, dan juga bahaya kehamilan remaja.

Informasi tentang PMS

Ini adalah hanya melalui pendidikan seks di sekolah, bahwa siswa akan mendapatkan informasi yang tepat, dan jujur tentang penyakit menular seksual. Bahaya yang ditimbulkan penyakit ini dari segi fisik dan mental kepada mereka, yang mereka miliki. Memberi pemahaman kepada mereka tentang bahaya berprilaku sex bebas, menjelaskan dampak pada kesehatan individu maupun kemungkinan pengucilan di masyarakat. Berdasarkan data Kemenkes pada akhir Juni 2010 terdapat 21.770 kasus AIDS dan 47.157 kasus HIV positif dengan persentase pengidap usia 20-29 tahun yakni 48,1 persen. Hal ini sangat mencengangkan hampir separuh populasi pengidap adalah usia remaja.

Pendidikan sex di sekolah yang kontra Meskipun ada banyak pendidikan seks di sekolah umum baik yang pro maupun kontra, dan meskipun Pro tapi nampaknya seperti alasan yang sangat valid untuk menjamin hal itu bahwa, ada beberapa orang yang percaya bahwa pendidikan sex lebih baik ditinggalkan dan membiarkan remaja akan mengetahui dengan sendirinya pendidikan sex kurang populer di masyarakat (tabu), mereka menganggap anak akan tau dengan nalurinya sebagai manusia tentang sex itu sendiri, Oleh karena itu, mereka sangat menentang gagasan pendidikan seks pada anak sekolah.

Argumen dari yang kontra terhadap pendidikan seks di sekolah

Tidak cukup penting

Anggapan bahwa pendidikan seks itu tidak perlu ditanggapi serius. Siswa cenderung melihat hal ini sebagai subjek ejekan, dan menjadi alasa tidak masuk kelas, atau jika subjek pendidikan sex diajarkan akan menjadi sunber tertawaan dan terkekeh-kekeh di kelas. sentimen dan Keyakinan keagamaan Banyak dari mereka yang kontra menganggap bahwa berbicar pendidikan seks di lembaga formal sangatlah bertentangan dengan norma agama dan sentimen adat hal ini akan menjadi sangat sulit untuk berdebat dengan orang-orang yang membawa agama ke garis depan. Dan begitu, banyak sekolah lebih memilih untuk meninggalkan masalah ini karena hal ini sangat sensitif untuk dibicarakan.

Disalahtafsirkan

Sebagai lawan dari metode pendidikan seks ber ‘pantang’, dan metode pengajaran seks aman, pihak yang kontra menghawatirkan informasi yang didapatkan condong disalahtafsirkan oleh para siswa. Jika mereka melakukann seks yabng aman misalnya, ini dijadikan alasan bahwa hal ini didapatkan dari pendidikan seks yang didapatkan dari sekolah. orangtua khawatir jika anak-anak diajarkan tentang pendidikan sex, rasa ingin tahu mereka semakin besar, lantas dengan ilmu yang mereka peroleh itu, mereka akan mencobanya sendiri. Oleh karena itu anggapan mereka bahwa untuk tidak terlibat dalam kegiatan seksual, mereka tidak perlu diberikan topik mengenai pendidikan seks.

Kekhawatiran tentang anak-anak akan bereksperimen dengan ilmu yang mereka peroleh dari pendidikan sex ini seharusnya tidak terjadi. Ini terbukti jika kita belajar banyak hal di sekolah ini berarti tidak menyebabkan kita mencobanya. Misalnya, di sekolah diajarkan tentang energi listrik, tetapi tidak seorang anak didikpun yang bereksperimen dengan hal ini dengan cara yang dapat membahayakan diri mereka sendiri. Karena hal ini diajarkan tentang listrik dan kegunaannya, tetapi juga pada potensi untuk mendatangkanbahaya. Bahkan, siswa juga diajarkan tentang pencegahan dalam menangani perusahaan listrik agar ia tidak membahayakan. Dengan ilmu yang menyeluruh tentang sesuatu hal seperti ini, para siswa akan terbimbing dengan apa yang boleh dan yang tidak boleh dalam menghadapi sesuatu elemen yang dipelajari. Kita seharusnya melihat isu pendidikan seks ini dari perspektif yang sama. Pendidikan sex bukan hanya mengajar anak-anak bagaimana melakukan hubungan seks. Tetapi juga mencakup ilmu-ilmu lain yang berkaitan dengannya seperti fungsi reproduksi manusia, kesehatan, waktu yang sesuai untuk melakukannya, dampak dari dan berbagai hal. Dengan mengetahui Pendidikan Seks, mereka akan menjadi lebih terbimbing saat berhadapan dengan seks dan seksualitas.

*** Semoga Artikel Kontroversi Pendidikan Sex dan Pro Kontra Pendidikan seks ini ada manfaatnya.